Sejarah STIPAK Arastamar Asmat

Logo STIPAK Arastamar Asmat

SEJARAH STIPAK ARASTAMAR ASMAT

 

Kepedulian yang mendalam terhadap kebutuhan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Papua, maka Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan Agama Kristen (STIPAK) Arastamar Asmat, hadir di Kabupaten Asmat untuk menjawab kebutuhan daerah di Asmat,Timika dan beberapa daerah lain yang bila dilihat dari segi geografi, sulit keluar untuk menempuh pendidikan khususnya di jenjang perguruan tinggi. Selain itu besarnya biaya yang harus dikeluarkan oleh orang tua dan pemerintah daerah bila menempuh studi di daerah atau pulau-pulau lain di Papua. Hingga saat ini masih banyak anak yang belum melanjutkan ke  pendidikan tinggi. Hal ini dikarenakan faktor ekonomi dan keadaan geografi yang sulit sehingga mengakibatkan sulitnya transportasi untuk menjangkau daerah- daerah pedalaman dan banyak anak yang tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi (perguruan tinggi) dikarenakan juga belum adanya sekolah tinggi di Kabupaten Asmat sehingga banyak anak yang tidak bisa ke pendidikan tinggi karena faktor jarak dan biaya yang cukup besarbila melanjutkan studinya.

Dengan melihat kendala yang ada, maka Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan Agama Kristen (STIPAK) Arastamar Asmat,  hadirdi Asmat untuk menjawab kesulitan dan pergumulan tersebut. Menghadirkan sarana pendidikan khususnya perguruan tinggi Kabupaten Asmat tidaklah mudah, tetapi itu  merupakan suatu tugas mulia. Tugas mulia ini tidak dapat dikerjakan oleh satu pihak tetapi perlu dikerjakan oleh semua pihak.

Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan Agama Kristen (STIPAK) Asmat perdiri pada tanggal 21 Mei 2014dan  bernaung pada badan hukum Yayasan Arastamar Papua (YARPA) No. 24 tanggal 13 November 2013 oleh Notaris SURYATI, SH.,M.Kn.Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan Agama Kristen (STIPAK) Arastamar Asmat,dimulai dengan Visi dan Misi berwawasan global dalam bingkai pedesaan guna pengembangan ilmu Teologi dan Pendidikan Agama Kristen yang injili, reformed, kontekstual, oikumenis dan pluralis. Dasar dari visi dan misi STIPAK Arastamar Asmat adalah Amanat Agung Tuhan Yesus, (Mat. 28:19-20). Menegaskan bahwa misi Tuhan harus dikerjakan. Visi dan Misi di atas dirangkum dalam satu moto“To Reach The Unreached People, Menjangkau yang  Tak Terjangkau.”

 

ALASAN PEMBUKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU PENDIDKAN AGAMA KRISTEN (STIPAK)ARASTAMAR ASMAT

 

Pembukaan Program Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan Agama Kristen (STIPAK) Arastamar Asmat, disebabkan oleh beberapa alasan urgensi sebagai berikut:

  1. Untuk mengurangi resiko negatif berupa dana, karakter, budaya, dan waktu bagi mahasiswa yang juga berprofesi sebagai pendidik (guru) karena jarak transportasi yang jauh jikalau harus studi lanjut jenjang S1 Prodi PAK dan Teologi ke wilayah di luar Kabupaten Asmat.
  2. Sebagai Perguruan Tinggi unggulan yang membuka program Pendidikan reguler, guna menampung para guru yang masih bergelar Diplomadari beberapasekolah di Asmat yang mau studi lanjut ke jenjang S1 Prodi PAK. Selain itu tamatan dari Sekolah Menengah Atas (SMA) yang sulit melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi dapat melanjutkannya ke STIPAK Arastamar Asmat. Sekolah-sekolah yang ada di wilayah Asmat tersebut yaitu:
  3. SMAN 1 Agats
  4. SMTK Setia-Kamur
  5. SMA Yanmsit Agats
  6. SMA YPPGI Agats
  7. SMK Perikanan Bayun
  8. SMAN 2 Achi
  9. Untuk menjadi Perguruan Tinggi unggulan yang akan menjawab kebutuhan para guru yang ingin studi lanjut ke jenjang S1 dan siswa yang ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggidari empatkabupaten yang ada yaitu: Asmat, Timika, Yahukimo, dan Kepi.
  10. Untuk memberikan sumbangsih riil, yaitu mengimbangi dan meningkatkan kebutuhan tenaga ahli Agama dan ahli pendidikan Agama Kristen bergelar Sarjana yang kreatif, inovatif dan kritis dalam pelayanan gerejawi dan pendidikan di Asmat dan daerah-daerah lain.
  11. Untuk menjadi salah satu Perguruan Tinggi Kristen yang berwawasan global dan interdenominasi dalam mendidik putra-putri daerah dari lima denominasi gereja yang ada di wilayah Asmat dengan pengajaran ilmu Teologi dan PAK yang injili, reformed, kontekstual, oikumenis dan pluralis.